Introduction Operation System Slackware Linux

Slackware adalah merupakan sistem operasi yang dibuat oleh Patrick Volkerding dari Slackware Linux, Inc. Slackware merupakan salah satu distro Linux awal, dan merupakan yang tertua yang masih dikelola. Tujuan utama Slackware adalah stabilitas dan kemudahan desain, serta menjadi distribusi Linux yang paling mirip Unix. Adapun kekurangan dan kelebihan dari Operasi Sistem ini sebagai berikut :

Kekurangan:
1. Kekurangan tool-tool praktis yg tinggal klik, sehingga tidak cocok bagi pemula.
2. Paket-paket yang tersedia tidak selengkap distro-distro turunan debian (.deb) dan    redhat (.rpm). Sehingga  seringkali kita harus compile sendiri dari source code.
3. Aplikasi-aplikasi grafis untuk mengkonfigurasi distro ini bisa dibilang minim, karena pada dasarnya GUI jauh lebih kompleks dan memakan lebih banyak penggunaan memory dibandingkan penggunaan perintah konsol pada umumnya,
4. Pengguna harus memastikan sendiri bahwa sistem telah memiliki semua perpustakaan sistem dan program-program yang dibutuhkan oleh paket baru (yang akan diinstal). Jika ada yang kurang, mungkin tidak ada indikasi sampai pengguna berupaya untuk menggunakan perangkat lunak yang baru diinstal.
5. Slackware sendiri tidak mempunyai alat untuk secara otomatis menata dependensi bagi pengguna dengan secara otomatis dengan mengunduh dan menginstalnya, beberapa perangkat lunak pihak ketiga ada yang dapat memberikan fungsi ini, mirip dengan cara APT di Debian.

Kelebihan:
1. Simple dan stabil.
2. Sangat mudah untuk di-customize, sehingga meningkatkan security.
3. Pembuatan paket pada slackware sangat sederhana dibandingkan paket-paket seperti RPM dan Debian. Paket lebih mirip dengan kompresi root direktori ditambah beberapa file lain yang diletakkan di direktory /install.
4. Distro ini termasuk distro yang cryptic dan manual sekali bagi pemula Linux, tapi dengan  menggunakan distro ini beberapa penggunanya dapat mengetahui banyak cara kerja sistem dan distro tersebut.
5. Lebih dekat dengan gaya UNIX, sederhana, stabil, mudah dikustom, dan didesain untuk komputer 386/486 atau lebih tinggi.  

Berikut silahkan download Modul atau Tutorial Slackware
Selamat bekerja dan berkarya dengan Slackware Linux
Iklan
Kategori:Teknologi Tag:,

Anak Suku Kubu (anak rimba) Riwayatmu Kini???

Alih fungsi hutan di Jambi menjadi ancaman serius bagi kehidupan orang rimba atau biasa disebut suku anak dalam. Semakin maraknya pembukaan kebun kelapa sawit yang jadi penyebabnya. Yang terancam tentunya termasuk biota hutan sumatera, selain keberadaan orang rimba tadi. Sayangnya, kasus yang sedang bergolak selama setahun terakhir ini kalah pamor dengan berita ‘guyonan’ politik.
Seperti apa dan bagaimana kehidupan adat suku anak dalam, tak ada salahnya kita mengenal lebih jauh lewat tulisan ini. Suku anak dalam memiliki wilayah hidup yang cukup luas di Sumatera. Mulai dari Palembang hingga Riau dan Jambi. Namun, memang paling banyak terdapat di daerah Jambi. Penduduk asli di Jambi -lebih tepatnya adalah penduduk yang nenek moyangnya menetap di daerah Jambi pada zaman dahulu, terdiri dari beberapa suku. Suku-suku tersebut adalah suku kubu (suku anak dalam), suku Bajau. Adapula Kerinci dan orang Batin. Terdapat pula orang Melayu Jambi yaitu orang Penghulu dan Suku Pindah yang kesemuanya adalah termasuk kategori penduduk asli yang memiliki ras Melayu. Sesungguhnya, suku kubu (suku anak dalam) ini adalah percampuran suku bangsa suku bangsa dengan suku Wedda atau yang disebut suku bangsa Weddoid oleh para anthropologi.Kehidupan dari suku kubu (anak dalam) terkenal dengan kebiasaannya yang suka hidup terisolasi dari kehidupan dunia luar yang mengakibatkan rendahnya tingkat kebudayaan dan peradaban dari mereka. Hal tersebut terlihat dari bentuk rumah baik dari segi susunan dan bahan bangunannya, kebudayaan material suku Kubu (Anak Dalam) yang masih sangat sederhana, kemudian alat-alat rumah tangga yang mereka gunakan, alat-alat bercocok tanam dan berkebun, pakaian sehari-hari dan upacara yang mereka kenakan.

Namun, suku Kubu (Anak Dalam) juga mengenal kebudayaan rohani yang meliputi kepercayaan akan setan-setan dan dewa-dewa, adat kelahiran, perkawinan, pelaksanaan kematian, pantangan atau tabu, hukum adat, kesenian dan bahasa yang memiliki cirri khas tersendiri dibandingkan dengan penduduk lainnya di daerah Jambi tersebut.

Mereka masih menerapakan budaya berburu, sistem barter, dan juga bercocok tanam untuk kelangsungan hidup mereka dan mereka termasuk suku yang menganut sistem hidup seminomaden karena kebiasaan berpindah-pindah yang mereka lakukan.

Kebiasaan mereka dalam berburu dan bercocok tanam tersebut ternyata memiliki suatu hukum adat sendiri-sendiri. Dalam artian, suatu suku Kubu (Anak Dalam) tertentu terdiri dari suatu kelompok induk masyarakat terasing yang terdiri dari beberapa kelompok besar yang terbentuk karena sesama hubungan darah/saudara dan biasanya mereka berdiam di hutan rimba besar yang terpencil dari masyarakat dusun.

Terdapat batas-batas tertentu yang ditentukan oleh bukit-bukit yang terdapat pada hulu anak sungai kecil yang mengalir ke sungai yang agak besar yang menunjukkan daerah kekuasaan mereka dalam berburu dan bercocok tanam.

Jika terdapat suku Kubu lainnya yang memasuki wilayah tersebut yang tidak memiliki hubungan darah/saudara maka mereka akan dianggap melanggar daerah kekuasaan dan dapat dihukum secara adat yang berlaku di kalangan mereka atau lebih parahnya akan terjadi perkelahian.

Adapun kebiasaan yang harus kita hindari jikalau bertemu dengan suku Kubu (Anak Dalam) jika kita berkunjung ke daerah Jambi. Mereka terkenal tidak pernah ‘mandi’ jadi hal terbaik jangan pernah menunjukkan gerakkan kalau kita merasa terganggu akan ‘bau badan’ mereka.

Jika kita atau mereka meludah ke tanah dan mereka menjilat ludah tersebut secara tidak langsung kita sudah menjadi bagian dari mereka (mereka memiliki ilmu gaib yang bisa dikatakan sakti). Percaya atau tidak percaya itulah kenyataan yang ada.

Seolah, gaya hidup mereka memang terbilang masih asli dan cenderung primitif – bila dibandingkan dengan kemajuan penduduk di kota-kota besar Indonesia.
Namun, masyarakat adat asli seperti suku anak dalam adalah satu dari sekian banyak kekayaan negeri ini. Seharusnya kita rawat dan ayomi.
Modernisasi serta pemaksaan norma (plus agama) malah memiskinkan warisan bumi Indonesia itu sendiri, percayalah.
 
Butet Manurung
Butet Manurung. Beliau adalah sosok perempuan yang dilahirkan di Jakarta pada tanggal 21 Februari 1972, berasal dari keluarga berada yang mengabdikan dirinya pada dunia pendidikan,
Tanpa mengecilkan arti pengajar-pengajar muda lain yang berjuang di daerah terpencil, peran Butet memang cukup besar di pedalaman Jambi. Butet mendirikan sebuah ‘sekolah rimba’ di daerah Jambi tersebut, khususnya bagi suku anak dalam pada waktu itu. Hal itu dikarenakan rasa cintanya akan alam dan juga dunia anak-anak sehingga ia menginginkan agar seluruh anak-anak di Indonesia terlebih suku anak dalam semuanya mahir baca-tulis.
Sumber:
Kategori:Indonesia

Perbandingan Smartphone BlackBerry, Android, iPhone, dan Windows Phone

8 Juni 2012 5 komentar
Banyak merek smartphone yang beredar di industri mobile Indonesia. Semakin hari pembuatnya bertambah dari waktu ke waktu karena semakin hari peminatnya juga semakin meningkat. Smartphone terkenal seperti BlackBerry, iPhone, Android, dan Windows Phone inilah yang banyak digemari. Berikut ini perbandingan smartphone tersebut ditinjau dari segi kelebihan dan kelemahannya. Mungkin dengan hasil komparasi ini akan dapat membantu menentukan pilihan smartphone yang sesuai dengan keinginan Anda.
BlackBerry
BlackBerry merupakan produk buatan Research In Motion (RIM). BlackBerry adalah smartphone bisnis yang dilengkapi dengan ratusan aplikasi yang tersedia di BB App World. Keistimewaan BlackBerry terletak pada Messenger-nya, sehingga smartphone satu ini disebut sebagai mobile instant messanger. Meski sebenarnya messenger ini juga tidak terlalu unggul jika dibanding dengan messenger lain yang sekarang sudah banyak tersebar seperti Whatsapp, Viber dan Skype.
Aspek bisnis smartphone BlackBerry ini terlihat dari serangkaian fitur keamanan yang ditawarkan seperti enkripsi data dan smartcard. Dilengkapi dengan fasilitas push-mail, yang memungkinkan Anda untuk membuka email dengan cepat melalui smartphone secara otomatis. Tapi tampaknya sistem operasi lain juga sudah banyak yang menawarkan fitur yang sejenis.
BlackBerry adalah smartphone untuk komunikasi real time. Jika Anda menginginkan ponsel multifungsi dengan fitur chatting maka BlackBerry adalah pilihan yang tepat. Smartphone ini juga cocok digunakan untuk semua umur dan profesi.

Android
Android merupakan sistem operasi besutan Google Inc yang berbasis Linux. Android menyediakan platform yang terbuka bagi para penggunanya untuk mengembangkan aplikasi mereka sendiri. Syarat dan ketentuan bagi para pengembang aplikasi di Android jauh lebih ringan daripada Apple, sehingga wajar jika sekarang aplikasinya lebih banyak dari Apple. Browser yang dimiliki Android tergolong cepat, termasuk saat membuak website dengan flash. Produsen penyedia smartphone ini juga banyak sekali seperti Samsung, HTC, Motorola, LG, dan lain-lain.
Sayangnya, Android memiliki fungsi pencarian yang kurang akurat dan masih banyak ditemukan aplikasi yang kurang berguna. Untuk membeli aplikasi berbayar pada Android market juga hanya bisa dilakukan menggunakan kartu kredit.
Pilihan terhadap Android jatuh bila Anda menyukai smartphone multifungsi dengan browser yang baik. Android biasanya banyak digunakan di kalangan mahasiswa, eksekutif, profesional, pegawai, dll.

iPhone
iPhone yang menggunakan sistem operasi iOS adalah smartphone buatan Apple yang sangat populer. iPhone unggul dalam hal penggunaan sistem yang mudah dan aplikasi third party yang selalu konsisten dengan Apple. Dengan adanya iTunes membuat pengelolaan file di iPhone semakin mudah ditambah dengan pencarian aplikasi di App Store yang hingga saat ini masih menjadi yang terlengkap. Salah satu keistemewaan iPhone adalah sebagai mobile multimedia player yang terbaik.
Meskipun iPhone terkenal sebagai smartphone yang user-friendly dengan interface-nya, iPhone kurang fleksibel dalam dalam melakukan penyesuaian tertentu bagi penggunanya. Interkoneksi di iPhone juga lumayan merepotkan. Pihak Apple tampaknya memang tidak merancang iPhone untuk saling menukar lagu atau video ke sesama penggunanya dengan mudah.
Jika Anda sedang membutuhkan multifungsi handphone digandeng dengan fungsi game player, photo viewer, music player dan video player, iPhone adalah pilihan yang sempurna untuk entertainment.

Windows Phone
Sepertinya belum banyak yang tahu bahwa Microsoft juga memiliki sistem operasi untuk ponsel yang diberi nama Windows Phone. Aplikasi Windows Phone sangat jauh berbeda dengan iPhone dan Android. Jumlah aplikasinya juga masih tergolong sedikit karena memang masih baru di industri sistem operasi ponsel. Yang menarik dari Windows Phone ini, user interface nya yang modern dan relative berani sehingga tampak berbeda dengan lainnya. Diferensiasi ini sengaja dilakukan agar terlihat berbeda diluar pesaingnya. Namun hal ini belum tentu mendapat respon positif apalagi untuk pengguna yang sudah terbiasa menggunakan iPhone dan Android. Selain itu, Windows Phone memiliki document explorer yang lebih mudah dan ringkas.Karena memang masih baru, banyak potensi pada mobile platform ini yang belum optimal. Misalnya aplikasi third-party tidak bisa berjalan di latar belakang, tidak ada folder, dan akses multimedia yang harus melalui Zune. Windows Phone adalah smartphone untuk keperluan office yang handal. Pilihan terhadap Windows Phone akan sangat tepat jika Anda menyukai smartphone dengan fungsi dokumen editing.

Kategori:Teknologi

E-Learning Dengan MOODLE

1 Juni 2012 3 komentar

Apa yang dimaksud dengan e-Learning ?

Pembelajaran elektronik atau e-Learning telah dimulai pada tahun 1970-an (Waller and Wilson, 2001). Berbagai istilah digunakan untuk mengemukakan pendapat/gagasan tentang pembelajaran elektronik, antara lain adalah: on-line learning, internet-enabled learning, virtual learning, atau web-based learning. Dalam kaitan ini, yang diperlukan adalah kejelasan tentang kegiatan belajar yang bagaimanakah yang dapat dikatakan sebagai e-Learning? Apakah seseorang yang menggunakan komputer dalam kegiatan belajarnya dan melakukan akses berbagai informasi (materi pembelajaran) dari Internet, dapat dikatakan telah melakukan e-Learning?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas, ilustrasi berikut ini mungkin akan dapat membantu memperjelas pengertian tentang e-Learning (Newsletter of ODLQC, 2001).

Ada seseorang yang membawa laptop ke sebuah tempat yang berada jauh di gugusan kepulauan kecil yang terpencil. Dari tempat yang sangat terpencil ini, orang tersebut mulai menggunakan laptop-nya dan melakukan akses terhadap berbagai materi program pelatihan yang tersedia. Tidak ada layanan bantuan belajar dari tutor maupun dukungan layanan belajar bentuk lainnya. Dalam konteks ini, apakah orang tersebut dapat dikatakan telah melaksanakan e-learning? Jawabannya adalah TIDAK. Mengapa? Karena yang bersangkutan di dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukannya tidak memperoleh layanan bantuan belajar dari tutor maupun layanan bantuan belajar lainnya. Bagaimana kalau yang bersangkutan mempunyai telepon genggam dan kemudian berhasil menggunakannya untuk menghubungi seorang tutor? Apakah dalam konteks yang demikian ini dapat dikatakan bahwa yang bersangkutan telah melaksanakan e-Learning? Jawabannya adalah YA.

Dari ilustrasi tersebut di atas, setidak-tidaknya dapat ditarik 3 (tiga) hal penting sebagai persyaratan kegiatan belajar elektronik (e-Learning), yaitu:

(a) kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan (“jaringan” dalam uraian ini dibatasi pada penggunaan internet. Jaringan dapat saja mencakup LAN atau WAN). (Website eLearners.com), (b) tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta belajar, misalnya CD-ROM, atau bahan cetak, dan (c) tersedianya dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta belajar apabila mengalami kesulitan.

Di samping ketiga persyaratan tersebut di atas masih dapat ditambahkan persyaratan lainnya, seperti adanya:

(a) lembaga yang menyelenggarakan/mengelola kegiatan e-Learning, (b) sikap positif dari peserta didik dan tenaga kependidikan terhadap teknologi komputer dan internet, (c) rancangan sistem pembelajaran yang dapat dipelajari/diketahui oleh setiap peserta belajar, (d) sistem evaluasi terhadap kemajuan atau perkembangan belajar peserta belajar, dan (e) mekanisme umpan balik yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara.

Dengan demikian, secara sederhana dapatlah dikatakan bahwa pembelajaran elektronik (e-Learning) merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (Internet, LAN, WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya (Brown, 2000; Feasey, 2001). Dalam uraian lebih lanjut, istilah “e-Learning”, “online learning” atau “pembelajaran elektronik” akan digunakan secara bergantian namun tetap dengan pengertian yang sama seperti yang telah dikemukakan.

Seiring kemajuan teknologi dan perubahan trend serta gaya hidup manusia yang cenderung bergerak secara dinamis (mobile), kebutuhan akan proses belajar jarak jauh atau yang biasa disebut dengan teleedukasi semakin meningkat pula. E-learning sebagai salah satu bagian dari teleedukasi memberikan alternatif cara belajar baru dimana antara murid dan guru tidak berada dalam ruang dan waktu yang sama, meskipun demikian, proses belajar dan mengajar tetap dapat berjalan dalam lingkungan virtual oleh karena itu E-learning sering disebut juga dengan Virtual Learning Environment (VLE).

Pengertian Lebih Mendetail Mengenai e-Learning :
http://www.depdiknas.go.id/Jurnal/42/sudirman.htm
http://elcom.umy.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=18&Itemid=43 

 

Moodle : Course Management System (CMS) – Tempat Belajar Dinamis dengan Menggunakan Model Berorientasi Objek

Mungkin sebelumnya anda sudah tahu dengan istilah CMS dengan aplikasi-aplikasinya seperti PHP Nuke, Post Nuke atau MamboServer, mungkin anda berpikiran singkatan diatas salah karena selama ini CMS yang kita kenal adalah singkatan dari Content Management System bukan Course Management System, namun tahukah anda CMS yang penulis maksudkan memang Course Management System yaitu suatu paket software yang didesain untuk membantu pendidik dalam membuat suatu kursus online yang berkualitas dengan mudah tanpa membangun dari awal, CMS yang dimaksud adalah paket software dengan nama Moodle, http://www.moodle.org yang dikembangkan oleh Martin Dougiamas.

Apa yang menjadi keunggulan dan yang kita dapatkan dari membangun E-Learning dengan menggunakan moodle:

  • Sederhana,efisien, ringan dan kompatibel dengan banyak browser
  • Mudah cara instalasinya serta mendukung banyak bahasa termasuk Indonesia
  • Tersedianya manajemen situs untuk pengaturan situs keseluruhan, mengubah theme, menambah module dan sebagainya.
  • Tersedianya manajemen pengguna
  • Manajemen kursus, penambahan jenis kursus, pengurangan atau pengubahan kursus
  • Modul Chat, modul pemilihan (polling), modul forum, modul untuk jurnal, modul untuk kuis, modul untuk survey dan workshop serta masih banyak yang lainnya
  • Free dan opensource software

Moodle Untuk Institusi Pendidikan

Sejalan dengan kebijakan pemerintah dengan IGOS-nya, moodle bersifat free dan opensource. Oleh karena itu moodle sesuai digunakan di lingkungan pendidikan. Disamping itu moodle bisa dimodifikasi dan disesuaikan dengan kultur yang ada di Indonesia. Moodle dapat di peroleh di http://moodle.org/download versi terbaru sampai tulisan ini dibuat adalah versi 1.7.1 sudah stabil sedangkan 1.8.1 belum stabil

Kebutuhan Untuk Instalasi Moodle

Moodle dikembangkan di lingkungan platform LAMP (Linux, Apache, MySQL dan PHP) namun telah dites juga dengan database PostgreSQL, lingkungan Windows XP dan Netware 6. Untuk menjalankan moodle di Linux diperlukan :

Webserver, kebanyakan Apache

PHP versi 4.1.0 keatas, dengan setting sebagai berikut:

  • dukungan terhadap pustaka GD diaktifkan, mendukung JPG dan PNG
  • dukungan terhadap pustaka zlib diaktifkan
  • dukungan terhadap session diaktifkan
  • dukungan terhadap upload file diaktifkan
  • dukungan terhadap Safe Mode harus dinonaktifkan
  • Database server, MySQL atau PotgreSQL, versi selanjutnya akan ditambah program databasenya.

Pengguna Moodle di Indonesia

Berikut ini adalah daftar institusi pengguna moodle yang terdaftar di situs moodle:

Mau Belajar atau Lihat-Lihat Moodle Bisa Di Klik Link Dibawah Ini :

http://www.drupalmalaysia.org/BELAJAR

Instalasi Moodle di OS Windows

Dasar teorinya adalah kita membuat localhost, kemudian kita menginstall program moodle pada localhost kita. Dengan demikian kita bisa belajar melakukan setting percobaan kita di komputer yang tidak terhubung ke internet.

Untuk praktek belajar bersama/simulasi belajar online kita bisa buat jaringan lokal dengan beberapa komputer, tidak mesti harus pakai server. salah satu komputer kita install moodle, yang bisa diakses melalui komputer lain dalam jaringan dengan internet explorer dengan mengetikkan alamat IP nya

Berikut langkah-langkahnya:

1. MEMBUAT LOCALHOST PADA KOMPUTER KITA
Download program freeware :
XAMPP Windows 1.5.4a dari alamat
http://www.apachefriends.org/en/xampp-windows.html#641

Kemudian install pada komputer kita dengan mendouble klik file download tersebut dan ikuti semua petunjuk instalasi sampai selesai.
Untuk mengecek apakah localhost kita sudah berjalan. Bukalah internet explorer dan ketikkan alamat berikut:
http://localhost/
Jika menampilkan halaman seperti halaman internet umumnya berarti instalasi sudah berhasil

2. MENGINSTALL MOODLE
Download moodle dari internet, (bisa moodle 1.5.4 atau lebih baru)
http://download.moodle.org/
kemudian ekstrak ke folder mana saja. Setelah itu hasil ekstrak dalam hal ini direktori moodle beserta isinya kita copy dan kemudian paste di direktory berikut:
C:\Program Files\xampp\htdocs
sehingga direktori moodle letaknya
C:\Program Files\xampp\htdocs\moodle
Sebelum instalasi anda bisa merubah nama direktori moodle dengan nama classroom atau lainnya, sehingga direktori moodle kita adalah
C:\Program Files\xampp\htdocs\classroom

Untuk instalasi moodle alamatkan internet explorer pada:
http://localhost/classroom

Selanjutnya lakukan instalasi Moodle seperti yang tertulis pada manual instalasi moodle

3. INSTALASI BAHASA INDONESIA

Download paket bahasa indonesia id_utf8.zip dari alamat berikut:
http://download.moodle.org/lang16/
Kemudian ekstrak paket tersebut pada suatu direktori yang kita tentukan dengan cara mendouble klik file
id_utf8.zip dan arahkan pada direktori yang kita inginkan agar mudah ditemukan.

Pada windowsXP anda dapat langsung mengunzip file tersebut dengan double klik. Pada windows98, anda harus menginstall aplikasi winzip terlebih dahulu yang dapat didownload dari alamat berikut http://www.download.com/3000-2250-10003164.html. Sedang untuk menginstallnya cukup dengan double klik file winzip100.exe hasil download tersebut.

Proses unzip file id_utf8.zip akan menghasilkan direktori id_utf8 yang berisikan beberapa file dan folder.

Jika anda baru akan menginstall moodle di komputer anda (local host/ internet) setelah extract file moodle dan sebelum proses instalasi moodle dilakukan, anda dapat mengcopy folder id_utf8