Daftar Peserta dan Pembagian Kelompok PPL Tahun 2013

PENGUMUMAN:

SENIN, 24 JUNI 2013 – PUKUL 09:00 WIB

DI RUANG SENAT FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

 

*3 (TIGA) MAHASISWA SEBAGAI PERWAKILAN DARI TIAP-TIAP KELOMPOK HARUS MENGIKUTI KOORDINASI DENGAN FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN.

Berikut Daftar Peserta dan Pembagian Kelompok Pengalaman Praktik Lapangan (PPL) 2013 silahkan download atau buka link dibawah :

Daftar dan Pembagian Kelompok PPL 2013

Kategori:Akademik, Pendidikan Tag:, ,

Introduction Operation System Slackware Linux

Slackware adalah merupakan sistem operasi yang dibuat oleh Patrick Volkerding dari Slackware Linux, Inc. Slackware merupakan salah satu distro Linux awal, dan merupakan yang tertua yang masih dikelola. Tujuan utama Slackware adalah stabilitas dan kemudahan desain, serta menjadi distribusi Linux yang paling mirip Unix. Adapun kekurangan dan kelebihan dari Operasi Sistem ini sebagai berikut :

Kekurangan:
1. Kekurangan tool-tool praktis yg tinggal klik, sehingga tidak cocok bagi pemula.
2. Paket-paket yang tersedia tidak selengkap distro-distro turunan debian (.deb) dan    redhat (.rpm). Sehingga  seringkali kita harus compile sendiri dari source code.
3. Aplikasi-aplikasi grafis untuk mengkonfigurasi distro ini bisa dibilang minim, karena pada dasarnya GUI jauh lebih kompleks dan memakan lebih banyak penggunaan memory dibandingkan penggunaan perintah konsol pada umumnya,
4. Pengguna harus memastikan sendiri bahwa sistem telah memiliki semua perpustakaan sistem dan program-program yang dibutuhkan oleh paket baru (yang akan diinstal). Jika ada yang kurang, mungkin tidak ada indikasi sampai pengguna berupaya untuk menggunakan perangkat lunak yang baru diinstal.
5. Slackware sendiri tidak mempunyai alat untuk secara otomatis menata dependensi bagi pengguna dengan secara otomatis dengan mengunduh dan menginstalnya, beberapa perangkat lunak pihak ketiga ada yang dapat memberikan fungsi ini, mirip dengan cara APT di Debian.

Kelebihan:
1. Simple dan stabil.
2. Sangat mudah untuk di-customize, sehingga meningkatkan security.
3. Pembuatan paket pada slackware sangat sederhana dibandingkan paket-paket seperti RPM dan Debian. Paket lebih mirip dengan kompresi root direktori ditambah beberapa file lain yang diletakkan di direktory /install.
4. Distro ini termasuk distro yang cryptic dan manual sekali bagi pemula Linux, tapi dengan  menggunakan distro ini beberapa penggunanya dapat mengetahui banyak cara kerja sistem dan distro tersebut.
5. Lebih dekat dengan gaya UNIX, sederhana, stabil, mudah dikustom, dan didesain untuk komputer 386/486 atau lebih tinggi.  

Berikut silahkan download Modul atau Tutorial Slackware
Selamat bekerja dan berkarya dengan Slackware Linux
Kategori:Teknologi Tag:,

Pengumuman Micro Teaching TA. 2012/2013

28 Januari 2013 1 komentar

Assalamu’alaikum. Wr. Wb

Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Reguler – Non Reguler, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pendidikan Bahasa Inggris yang mengikuti MICRO TEACHING,  silahkan di download Jadwal, Pembagian kelompok & Dosen Pembimbing, dan Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

1. Jadwal dan Pembagian Kelompok  Dosen Pembimbing

2. Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

3. Buku Panduan Micro Teaching

Bagi, mahasiswa yang namanya atau nim tidak tercantum dan salah penulisan harap segera panitia (FAHRAN) di Akademik Fakultas.

Wassalamu’alaikum. Wr. Wb

Panitia Microteaching tahun 2013

Kategori:Akademik, Pendidikan

Hasil Ujian Akhir Semeter Gasal TA. 2012/2013 Prodi PBI Angkatan 2007, 2008, 2009

Bagi mahasiswa yang ingin melihat hasil ujian akhir semester genap TA. 2011/2012, silahkan klik link dibawah ini :

HASIL UJIAN AKHIR SEMESTER

 

Kategori:Akademik

PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN FAKULTAS TARBIYAH DAN BAHASA 2012

Bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Bahasa yang mengikuti Program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) 2012 Fakultas Tarbiyah dan Bahasa, diwajibkan mengikuti pembekalan PPL pada tanggal 28 Agustus 2012, pukul 07.30 di Auditorium IAIN Surakarta.  Dan silahkan download Buku Panduan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) 2012 dibawah ini :

Buku Panduan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) 2012

Kategori:Agama

Pengumuman Hasil Ujian Akhir Semester Genap TA. 2011/2012 Jurusan Bahasa dan Sastra Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

19 Juli 2012 29 komentar

Bagi mahasiswa yang ingin melihat hasil ujian akhir semester genap TA. 2011/2012, silahkan klik link dibawah ini :

1. Mata Kuliah Speaking 2 Dosen Beta Setyawati, M. Hum

2. Mata Kuliah Listening 2 Dosen Hesti Rahmaningsih, M. Hum

3. Mata Kuliah Reading Comprehension 2 Dosen Drs. S. Kuncoro DSM, M. Pd

4. Mata Kuliah Drama Dosen SF. Luthfie Arguby Purnomo, SS

5. Mata Kuliah Hotel Handling Dosen Sugiman, MM

6. Mata Kuliah Tour Planning Dosen Sugiman, MM

7. Mata Kuliah English Syntax Dosen Rochmat Budi Santosa, S. Pd., M. Pd

8. Mata Kuliah Tafsir Dosen Kusairi, M. Ag

9. Mata Kuliah Tafsir Dosen Fairuz Sabiq, M. Si

10. Mata Kuliah Reading Comprehension 6 Dosen Budiasih, S. Pd., M. Hum

11. Mata Kuliah Ilmu Kalam Dosen M. Julijanto, M. Ag

12. Mata Kuliah Structure 2 Dosen Novianni Anggraini, M. Pd

13. Mata Kuliah Profesi Kependidikan Dosen Dra. Hj. Woro Retnaningsih, M. Pd

14. Mata Kuliah Reading Comprehension 4 Dosen Izzah Farhani, M. Pd

15. Mata Kuliah Research Method In English Language Teaching Dosen Novianni Anggraini, M. Pd

16. Mata Kuliah Speaking 4 Dosen Nur Asiyah, MA

17. Mata Kuliah Curriculum Material Development Dosen Fithriyah NH, M. Pd

18. Mata Kuliah Introduction to Linguistics Dosen Kurniawan, M. Hum

19. Mata Kuliah Introduction to Literature Dosen Nur Asiyah, MA

20. Mata Kuliah Sosio Antro. Pendidikan Dosen Fithriyah NH, M. Pd

21. Mata Kuliah Speaking 6 Dosen Imro’atus Sholikhah, M. Pd

22. Mata Kuliah Structure 4 Dosen Kurniawan, M. Hum

23. Mata Kuliah Writing 4 Dosen M. Z. Muttaqien, M. Hum

24. Mata Kuliah Speaking 4 Dosen Imro’atus Sholikhah, M. Pd

25. Mata Kuliah Profesi Kependidikan Dosen Drs. Suparmin, M. Pd

26. Mata Kuliah Research Method In English Language Teaching Dosen Drs. Giyoto, M. Hum

27. Mata Kuliah Speaking 4 Dosen Izzah Farhani, M. Pd

28. Mata Kuliah Translation Studies Dosen Ghofar, M. Pd

29. Mata Kuliah Tafsir Dosen R. Lukman Fauroni, M. Ag

30. Mata Kuliah Subtitling Practice Dosen SF. Luthfie Arguby Purnomo, M. Hum

Pendidikan Islam Dengan Tujuan Membentuk Manusia yang Berakhlak

28 Juni 2012 1 komentar

Pesan Rasululloh SAW  “Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya karena kelak akan hidup pada zaman yang berbeda dengan dirimu“

Islam sangat mementingkan pendidikan. Dengan pendidikan yang benar dan berkualitas, individu-individu yang beradab akan terbentuk yang akhirnya memunculkan kehidupan sosial yang bermoral. Sayangnya, sekalipun institusi-institusi pendidikan saat ini memiliki kualitas dan fasilitas, namun institusi-institusi tersebut masih belum  memproduksi individu-individu yang beradab. Sebabnya, visi dan misi pendidikan yang mengarah kepada terbentuknya manusia yang beradab, terabaikan dalam tujuan institusi pendidikan. Penekanan kepada pentingnya anak didik supaya hidup dengan nilai-nilai kebaikan, spiritual dan moralitas seperti terabaikan. Bahkan kondisi sebaliknya yang terjadi.

Saat ini, banyak institusi pendidikan telah berubah menjadi industri bisnis, yang memiliki visi dan misi yang pragmatis. Pendidikan diarahkan untuk melahirkan individu-individu pragmatis yang bekerja untuk meraih kesuksesan materi dan profesi sosial yang akan memakmuran diri, perusahaan dan Negara. Pendidikan dipandang secara ekonomis dan dianggap sebagai sebuah investasi. “Gelar” dianggap sebagai tujuan utama, ingin segera dan secepatnya diraih supaya modal yang selama ini dikeluarkan akan menuai keuntungan. Sistem pendidikan seperti ini sekalipun akan memproduksi anak didik yang memiliki status pendidikan yang tinggi, namun status tersebut tidak akan menjadikan mereka sebagai individu-individu yang beradab.

Pendidikan yang bertujuan pragmatis dan ekonomis sebenarnya merupakan pengaruh dari paradigma pendidikan Barat yang sekular. Dalam budaya Barat sekular, tingginya pendidikan seseorang tidak berkorespondensi dengan kebaikan dan kebahagiaan individu yang bersangkutan. Dampak dari hegemoni pendidikan Barat terhadap kaum Muslimin adalah banyaknya dari kalangan Muslim memiliki pendidikan yang tinggi, namun dalam kehidupan nyata, mereka belum menjadi Muslim-Muslim yang baik dan berbahagia. Masih ada kesenjangan antara tingginya gelar pendidikan yang diraih dengan rendahnya moral serta akhlak kehidupan Muslim. Ini terjadi disebabkan visi dan misi pendidikan yang pragmatis.

Sebenarnya, agama Islam memiliki tujuan yang lebih komprehensif dan integratif dibanding dengan sistem pendidikan sekular yang semata-mata menghasilkan para anak didik yang memiliki paradigma yang pragmatis.

Tujuan utama pendidikan dalam Islam adalah mencari ridha Allah swt. Dengan pendidikan, diharapkan akan lahir individu-indidivu yang baik, bermoral, berkualitas, sehingga bermanfaat kepada dirinya, keluarganya, masyarakatnya, negaranya dan ummat manusia secara keseluruhan. Disebabkan manusia merupakan fokus utama pendidikan, maka seyogianyalah institusi-institusi  pendidikan memfokuskan kepada substansi kemanusiaan, membuat sistem yang mendukung kepada terbentuknya manusia yang baik, yang menjadi tujuan utama dalam pendidikan. Dalam pandangan Islam, manusia bukan saja terdiri dari komponen fisik dan materi, namun terdiri juga dari spiritual dan jiwa. Oleh sebab itu, sebuah institusi pendidikan bukan saja memproduksi anak didik yang akan memiliki kemakmuran materi, namun juga yang lebih penting adalah melahirkan individu-individu yang memiliki diri yang baik sehingga mereka akan menjadi manusia yang serta bermanfaat bagi ummat dan mereka mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Institusi pendidikan perlu mengarahkan anak didik supaya mendisiplinkan akal dan jiwanya, memiliki akal yang pintar dan sifat-sifat dan jiwa yang baik, melaksanakan perbuatan-perbuatan yang baik dan benar, memiliki pengetahuan yang luas, yang akan menjaganya dari kesalahan-kesalahan, serta memiliki hikmah dan keadilan. Menurut Prof. Dr. Usman Abu Bakar, ada 4 hal dalam sistem pendidikan Islam untuk membentuk karakter manusia yang beriman kuat , yakni :

  1. Islam
  2. Ilmu
  3. Amal, dan
  4. Ihsan

Jika di gambarkan seperti berikut :

Oleh sebab itu juga, ilmu pengetahuan yang diajarkan dalam institusi pendidikan seyogianya dibangun di atas Wahyu yang membimbing kehidupan manusia. Kurikulum yang ada perlu mencerminkan memiliki integritas ilmu dan amal, fikr dan zikr, akal dan hati. Pandangan hidup Islam perlu menjadi paradigma anak didik dalam memandang kehidupan. Berikut filosofi konsep pendidikan dalam Islam

Dalam Islam, Realitas dan Kebenaran bukanlah  semata-mata fikiran tentang alam fisik dan keterlibatan manusia dalam sejarah, sosial, politik dan budaya sebagaimana yang ada dalam konsep Barat sekular mengenai dunia, yang dibatasi kepada dunia yang dapat dilihat. Realitas dan kebenaran didasarkan kepada dunia yang nampak dan tidak nampak; mencakup dunia dan akhirat, yang aspek dunia harus dikaitkan dengan aspek akhirat, dan aspek akhirat memiliki signifikansi yang terakhir dan final. (Syed Muhammad Naquib al-Attas, Prolegomena to the Metaphysics of Islam).

Jadi, institusi pendidikan Islam perlu mengisoliir pandangan hidup sekular-liberal yang tersurat dan tersirat dalam setiap disiplin ilmu pengetahuan modern saat ini, dan sekaligus memasukkan unsur-unsur Islam setiap bidang dari ilmu pengetahuan saat ini yang relevant. Dengan perubahan-perubahan kurikulum, lingkungan belajar yang agamis, kemantapan visi, misi dan tujuan pendidikan dalam Islam, maka institusi-institusi pendidikan Islam akan membebaskan manusia dari kehidupan sekular menuju kehidupan yang berlandaskan kepada ajaran Islam. Institusi–institusi pendidikan sepatutnya  melahirkan individu-individu yang baik, memiliki budi pekerti, nilai-nilai luhur dan mulia, yang dengan ikhlas menyadari tanggung-jawabnya terhadap Tuhannya, serta  memahami dan melaksanakan kewajiban-kewajibannya kepada dirinya dan yang lain dalam masyarakatnya, dan berupaya terus-menerus untuk mengembangkan setiap aspek dari dirinya menuju kemajuan sebagai manusia yang beradab.

“Diangkat dari berbagai sumber”

Kategori:Agama, Pendidikan